Mimpi Yang Hanya Tinggal Kenangan
Mimpi Yang Hanya Tinggal Kenangan
<Angin kencang meniup pepohonan.
Hujan Mengguyur Ibu Pertiwi.
Seakan tak mau kalah,petir menggelegar kencang.
Diatas cakrawala yang penuh kegelapan.
Ku duduk di atas kesunyian.
Dibawah kerinduan.
Sambil mengamati pepohonan yang melambai.
Memikirkan sebuah mimpi.
Dimalam penuh kegelapan ditambah tetesan air mengguyur pertiwi.
Kududuk membisu sambil menggerakkan pena.
Ku tulis untaian kata dan diksi.
Diatas kertas diari.
Penaku terus beraksi.
Menunjukkan jati diri.
Dihadapan kertas diari.
Penaku terus merayap dan hingga melahirkan sebuah kalimat penuh makna.
Apakah aku pantas untukmu ?
Wahai hati yang pilu.
Air mata menghujani pangkuan dan membasahi kertas kenangan.
Duar !!
Suara petir menyambar,seakan mengerti apa yang kurasakan.
Suasana hati yang pilu, mengenang wajahmu.
Seakan tak pantas bersamamu.
Aku harus mendapatkan mu,wahai mimpi.
0 Response to "Mimpi Yang Hanya Tinggal Kenangan"
Posting Komentar