Kenangan Sadis
Kenangan Sadis
Bunga kembang desa yang telah menakhlukkan hati ini.
Perlahan - lahan mengusik pikiran.
Lantas menumbuhkan akar cinta.
Merajah menjadi bunga Asmara.
Terbang menembus cakrawala.
Mengukir nama dan cinta.
Di hari bulan purnama.
Di hari yang penuh kenangan.
Ku ungkapkan semua rahasia cinta.
Rahasia yang selama ini tumbuh menjadi beban hati.
Melalui surat sederhana penuh makna.
Mewakili diriku,mewakili hatiku.
Sungguh di bulan yang penuh kenangan.
Dimana kenangan yang pahit telah terukir.
Yang menumbuhkan sakit disetiap dada.
Hati membisu yang penuh dengan emosi.
Lantaran sebuah pristiwa menyakitkan yang terjadi pada ku.
Lemparan surat yang penuh dusta.
Lemparan kata yang penuh dengan Dosa.
Yang membuat hati ini tersayat bersimpah darah.
Merenung dalam kegelapan.
Mengadu dalam kesunyian.
Duduk di tempat tak dikenal.
Disanalah tempatku mengeluarkan air mata.
Air mata yang telah ternoda.
Oleh dusta dan dosa.
Air mata membanjiri pangkuanku.
Dan air mata membasahi hidupku.
Hidup yang penuh dusta.
0 Response to "Kenangan Sadis"
Posting Komentar